Kota Sabang baru saja melewati masa sulit akibat hantaman badai yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik. Menanggapi situasi tersebut, komunitas olahraga renang di bawah naungan PRSI segera menginisiasi gerakan kemanusiaan bertajuk Sabang Peduli. Inisiatif ini muncul sebagai respon cepat terhadap rusaknya sarana prasarana yang menghambat aktivitas harian warga serta kegiatan pelatihan atlet di wilayah tersebut. Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam memperbaiki kembali wajah kota yang terdampak cuaca ekstrem.
Salah satu fokus utama dari gerakan ini adalah bagaimana PRSI dapat mengonsolidasi kekuatan dari para anggota, donatur, dan masyarakat umum. Kegiatan penggalangan dana dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari aksi di jalanan hingga pemanfaatan media sosial untuk menjangkau donatur yang lebih luas. Dana yang terkumpul direncanakan akan dialokasikan secara transparan untuk membiayai perbaikan-perbaikan krusial. Keikutsertaan para atlet dalam proses ini memberikan daya tarik tersendiri, karena mereka turun langsung mengetuk pintu hati masyarakat demi memulihkan kondisi daerahnya.
Target utama dari penggalangan dana ini adalah percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak. Badai tidak hanya merusak rumah penduduk, tetapi juga fasilitas umum seperti akses jalan menuju pantai, dermaga kecil, hingga fasilitas olahraga yang menjadi tempat pembinaan bakat-bakat muda di Sabang. Infrastruktur yang berfungsi dengan baik adalah kunci agar roda ekonomi, khususnya di sektor pariwisata yang menjadi nadi Sabang, dapat kembali berputar. Tanpa adanya perbaikan yang cepat, dikhawatirkan dampak ekonomi dari bencana ini akan berlangsung lebih lama bagi masyarakat setempat.
Kondisi pasca badai biasanya menyisakan tumpukan material dan kerusakan struktural yang membutuhkan biaya tidak sedikit untuk memperbaikinya. PRSI menyadari bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran untuk menjangkau semua titik kerusakan secara serentak. Oleh karena itu, inisiatif swadaya seperti ini menjadi pelengkap yang sangat vital. Dengan adanya dana taktis yang dikumpulkan oleh komunitas renang, titik-titik kerusakan yang bersifat mendesak namun belum tersentuh bantuan pemerintah dapat segera ditangani secara mandiri melalui kerja bakti dan penyediaan material bangunan.
