Penyediaan fasilitas air hangat ini merupakan hasil riset mendalam mengenai pemulihan otot. Berenang di air dengan suhu yang terkontrol membantu otot tetap lentur dan mengurangi risiko kram yang sering terjadi akibat paparan air dingin secara mendadak. Bagi para atlet di Sabang, kehadiran fasilitas ini adalah sebuah lompatan besar. Mereka kini bisa masuk ke dalam kolam dengan kondisi otot yang lebih siap, sehingga waktu pemanasan di darat bisa dioptimalkan langsung menjadi performa di dalam air.
Kenyamanan dalam berlatih adalah kunci utama untuk mempertahankan konsistensi seorang atlet. Di wilayah Sabang yang memiliki karakteristik cuaca unik, suhu air seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para perenang, terutama saat sesi latihan subuh atau malam hari. Untuk mengatasi hambatan tersebut, PRSI melakukan terobosan dengan menghadirkan teknologi pemanas air yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan fisiologis para olahragawan profesional.
Keputusan PRSI untuk mengintegrasikan sistem pemanas ini juga berkaitan dengan aspek psikologis. Rasa enggan untuk menyentuh air dingin seringkali menjadi gangguan mental bagi atlet muda. Dengan suhu yang nyaman, motivasi berlatih tetap terjaga meski cuaca di luar sedang tidak bersahabat. Sistem yang dipasang menggunakan teknologi hemat energi yang mampu menjaga suhu tetap stabil di angka 26 hingga 28 derajat Celsius, yang merupakan ambang batas ideal untuk aktivitas fisik intensif di dalam air menurut pakar kesehatan olahraga.
Kini, para atlet Sabang memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan sebelumnya. Mereka dapat menambah jam terbang latihan tanpa terhalang oleh waktu. Sesi latihan malam yang biasanya dihindari karena suhu air yang drop, kini menjadi sesi favorit karena kenyamanan yang ditawarkan. Dukungan infrastruktur seperti ini membuktikan bahwa perhatian terhadap detail-detail kecil—seperti suhu air—dapat memberikan dampak besar pada kesiapan fisik atlet sebelum menghadapi turnamen besar.
Selain manfaat bagi performa, penggunaan air hangat juga sangat efektif untuk proses pendinginan (cool down) setelah latihan berat. Air hangat membantu melancarkan peredaran darah, sehingga asam laktat yang menumpuk di otot dapat terurai lebih cepat. Hal ini memperpendek waktu pemulihan, memungkinkan atlet untuk kembali berlatih dengan intensitas tinggi pada keesokan harinya tanpa rasa pegal yang berlebihan. Transformasi fasilitas di Sabang ini menjadi standar baru bagi pengembangan pusat pelatihan akuatik di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.
